Sabtu, September 10, 2011

Bangunnya Si Sleeping Beauty

Rasanya seperti baru terbangun dari tidur yang amat sangat panjang, seperti ceritanya si sleeping beauty. ya, itu ungkapan yang saya pakai untuk mencoba berada kembali (eksis kalo kata anak-anak abg) di dunia internet khususnya internet marketing. Bedanya kalo sleeping beauty terbangun karena ciuman cinta dari sang pangeran, saya terbangun karena ternyata di dunia nyata ini ada yang namanya ASB HSC. Karena pengen tau apa dan bagaiman si ASB HSC ini , akhirnya saya memaksakan diri untuk bangun, melek dan action. Wuih.... rupanya saya "tertidur" kurang lebih 2.5 tahun.

Penasaran sama si ASB HSC ? Kalo yang sudah kenal pasti enggak lah yau..., tapi buat yang baru denger bolehlah saya ceritain dikit siapa sih "mahluk" yang satu ini. Kenapa kok cuma dikit, pelit amat, pasti begitu deh yang ada di pikiran semua yang baca. ya iyalah dikit aja karena ceritanya yang lebih jelas dan panjang bisa langsung klik di sini

Jadi singkat cerita, setelah sekian lama enggak pernah buka-buka email dari Team Belajar Bisnis Internet (BBI), ternyata waktu iseng-iseng buka emailnya, BBI mengadakan training on line yang dinamakan Affiliate Site Blueprint Home Study Course (ASB HSC) . Wah langsung aja cari informasi mengenai "apa dan bagaimana" nya training tersebut diselenggarakan. Dari info tersebut saya merasa bahwa training ini pasti bisa mengarahkan secara step by step cara membuat sebuah mini website yang tentunya diharapkan memberikan penghasilan tambahan. Ternyata setelah saya putuskan untuk join di training ini (kurang lebih baru 2 minggu), apa yang saya dapatkan sesuai seperti harapan saya. Tentunya tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Jadi buat temen-temen yang ingin menambah wawasan juga penghasilan di bisnis internet marketing tapi masih ragu-ragu atau merasa masih sangat awam enggak usah kuatir, karena di ASB HSC ini kita benar-benar diajarkan mulai dari awal sekali.

Yuk, coba aja dulu buka webnya ASB HSC, enggak ada ruginya kok.

Minggu, Januari 04, 2009

BI-CHECKING dan SISTEM INFORMASI DEBITUR (SID)

Wah rupanya jawaban yang saya dapat dari pihak Bank cukup panjang juga. Saya juga bersyukur karena saya menemukan artikel lengkap tentang hal tersebut di atas di harian Kompas tanggal 30 Desember 2008, dengan judul ‘Pernahkah Kredit Anda Ditolak ?’.

Secara garis besar informasi yang saya dapat dari Pihak Bank ditambah artikel di harian Kompas tsb dapat saya sampaikan sebagai berikut :

BI-Checking adalah suatu proses pengecekan yang dilakukan oleh lembaga keuangan baik bank maupun non bank, melalui suatu sistem yang disebut Sistem Informasi Debitur (SID) yang dikelola oleh Bank Indonesia.

SID adalah suatu sistem yang didalamnya berisi data debitur dari seluruh anggotanya yang terdiri dari Bank Umum, BPR, dan beberapa Perusahaan Pembiayaan.

Hasil keluaran atau output yang diperoleh dari pengecekan disebut Informasi Debitur Individual (IDI).

Didalam IDI dapat diketahui hal-hal yang berkaitan dengan kondisi pembayaran debitur, digambarkan dengan informasi hari tunggakan dan kualitas kredit, seperti apakah status pembayarannya lancar, kurang lancar, dalam perhatian khusus, diragukan atau macet.

Contohnya apabila debitur pernah menunggak pembayaran kredit dan dikategorikan macet dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, maka data tersebut akan terlihat di BI-Checking yang di akses.

Yang juga perlu diketahui adalah bahwa input data yang berisi informasi kualitas kredit ini bersumber dari bank atau perusahaan pembiayaan yang menjadi anggota SID, dan bukan dari BI. Jadi pihak yang bertanggung jawab terhadap kebenaran data yang disampaikan kepada BI adalah si pemilik data, yaitu lembaga keuangan anggota SID.

Tentunya BI sebagai pengelola data sangat ‘concern’ dengan akurasi data yang ditampilkan dalam BI-Checking, oleh karena itu BI mengeluarkan ketentuan yang berlaku untuk anggota SID agar menyampaikan data dengan akurat, termasuk pengenaan sanksi apabila mereka tidak menyampaikan data yang benar

Siapa sajakah yang dapat menggunakan atau meminta BI-Checking ini ?

Sesuai aturan yang dikeluarkan oleh BI, pihak2 yang bisa menggunakan atau meminta BI-Checking adalah lembaga keuangan anggota SID (Bank Umum, BPR dan Perusahaan Pembiayaan), Debitur, dan pihak lainnya dalam rangka pelaksanaan Undang-undang.

Bagaimana bila seorang Debitur baik individu maupun perusahaan ingin mengakses BI-Checking ?

Saat ini BI-Checking dapat diakses oleh debitur individu cukup dengan membawa asli KTP atas nama debitur itu sendiri, sedangkan debitur badan usaha, permintaan dilakukan oleh pengurus yang berwenang atau pihak yang diberi kuasa untuk itu, kemudian datang ke Gerai info di Kantor Pusat BI, ke bank atau perusahaan pembiayaan tempat Debitur memiliki fasilitas kredit.

Tujuan adanya BI-Checking ini adalah :

· Agar masyarakat menjadi lebih teliti/perhatian terhadap fasilitas kredit yang diterimanya.
· Bagi lembaga keuangan, diharapkan dapat membantu proses persetujuan kredit, serta
menjadi alat untuk pelaksanaan manajemen resiko khususnya resiko kredit.
· Agar secara signifikan angka kredit bermasalah dapat ditekan.

Mudah-mudahan info ini bermanfaat untuk teman-teman marketing yang calon buyernya akan membeli rumah dengan menggunakan KPR.

Sabtu, Januari 03, 2009

KREDIT ANDA DITOLAK ?

Pengalaman ini pernah terjadi pada klien saya, seorang calon pembeli rumah. Uang muka sudah dibayarkan, tinggal menunggu sisa pelunasannya dari Bank, karena klien saya akan menggunakan KPR. Setelah melengkapi persyaratan yang diminta oleh Bank yang akan mengucurkan dana KPR nya, dan menunggu hasilnya kira-kira selama 10 hari, akhirnya diinformasikan oleh Bank bahwa permohonan kreditnya ditolak.

Tentu saja hal ini mengecewakan semua pihak yang terkait dengan jual beli rumah. Terutama mungkin saya sebagai perantaranya, karena tidak jadi menerima komisi dari pemilik rumah. He. He.

Tapi kenapa bisa ditolak ? itu sudah pasti menjadi pertanyaan semua pihak yang terkait. Setelah dijelaskan oleh pihak Bank barulah kami semua mengerti. Rupanya Calon Pembeli rumah masih mempunyai pinjaman di Bank lain yang belum selesai masa pinjamannya dengan batas kredit yang boleh dipinjam sudah maksimal atau dengan kata lain cicilan yang dibayarkan sudah 1/3 bagian dari gaji atau uang masuk setiap bulannya.

Dari mana dan bagaimana pihak Bank yang akan mengucurkan dana tsb mengetahui bahwa calon pembeli rumah atau debitur sudah memiliki pinjaman di bank lain, sementara tidak ada informasi dari pihak yang akan meminjam/debitur ? Tentu saja kami bisa tahu, karena kami sudah melakukan BI Checking melalui Sistem Informasi Debitur (SID) begitu kata pihak Bank.

Bukannya makin jelas malah makin bingung saya dengan jawaban tersebut. BI Checking dan SID apa pula itu ?

Rabu, Desember 24, 2008

Senangnya jadi Broker

Pertengahan tahun 2001 saya memutuskan untuk berhenti kerja kantoran. Karena saya ingin tetap bekerja dan menghasilkan, tapi masih bisa mengurus anak-anak di pagi hari sebelum mereka berangkat sekolah, akhirnya saya menjerumuskan diri di dunia properti, sebagai Marketing Agent. Dengan menjadi Marketing Agent, waktu untuk berangkat kerja atau pulang saya anggap cukup fleksibel.

Namun pada pertengahan tahun 2003 saya sempat beralih ke kegiatan lain, tapi rupanya hati saya masih terpikat di dunia properti dan marketing. Akhirnya tahun 2005 saya memutuskan 'comeback' ke dunia properti sampai sekarang.

Dengan menjadi seorang agen marketing, saya merasa mendapat pengalaman yang asyik tapi juga kadang menjengkelkan. Banyak pengalaman yang seru berkaitan dengan kegiatan jual-beli dan sewa rumah. Tapi dari semua itu yang paling seru adalah kalau apa yang sudah kita usahakan membuahkan hasil, dimana penjual dan pembeli sepakat untuk mengadakan transaksi dan semuanya bisa terselesaikan. Wah.... tentu setiap agen marketing akan sangat senang karena gak lama setelah itu komisi atau success fee akan segera diterima. Kalau sudah begitu, rasa capek atau sebal yang dialami selama proses bertransaksi lupa deh!

Jumat, Desember 19, 2008

Belajar Lebih Dalam Soal Blog

Hari ini saya kembali klak klik di http://www.blogger.com/ untuk mempelajari lebih dalam lagi apa dan bagaimananya blogger tersebut. wah lumayan deh dapet juga info-info yang membuat saya berkali-kali mengatakan o.... gitu to! Ya,.... salah-salah klak-klik sih udah pasti, tapi kan kita jadi lebih tau harus apa atau bagaimana dengan blog yang kita buat. Bener kata temen saya siapa yang mau marahin kita kalo kita salah coba-coba, paling-paling harus ngulang postingan karena yang kita ketik hilang. he.. he...

Jumat, Desember 12, 2008

Tulisan Pertamaku

Sebelum sampai kepada penulisan blog ini, sebenarnya aku gak PD lho mau ngeblog. Rasanya blog-blog yang aku buka untuk jadi bahan pembelajaran canggih-canggih banget tampilan dan juga materi atau isi artikelnya. Apalagi aku bener-bener baru mulai untuk berinternet ria sambil ngeblog. Rasanya kok aku gaptek bener gitu lho! Temanku yang memberi semangat untuk mulai, bilang gak ada ruginya kalo nyoba buat blog, lagian siapa yang mau marihin kita. Akhirnya aku beranikan diri deh nyoba nulis sambil terus belajar. Thanks ya pak Gatot.